Posts

Showing posts from November, 2021

Santriwati Indent di SMP Ash Shiddiq

Image
  Santri Indent di SMP Ash Shiddiq Hari Minggu pagi, 14 November ini aku bersiap-siap untuk ke pondok pesantren Ash Shiddiq. Oleh ibu bapak, aku akan dimasukkan ke ponpes itu. Oh iya, ibu dan bapak mendaftarkan aku lebih awal. Indent kata ibu. Sebenarnya aku belum begitu paham tentang pondok pesantren. Meski di padukuhanku ada pondok pesantren juga.  Kata Bulik aku ke pondok pesantren diantar budhe Ika. Kebetulan cuaca sedang hujan. Namun tak membuat ibu, Bulik, aku dan budhe menyerah. Allahumma shayyibannaafi'aa. Hujan adalah rahmat dari Allah yang tak terkira. Jadi harus disyukuri. Aku mandi dan sarapan pagi di rumah Mbah kung. Kebetulan aku memang tidur di sana. Jadi, kutunggu ibu yang mengantarkan aku.  Semula cuma ibu yang mau mengantarkan aku. Namun ternyata Bulik juga ikut. Ah...senaaang rasanya. ** Setelah setengah jam perjalanan, kami sampai juga di pondok pesantren Ash Shiddiq. Ternyata jalan menuju ke pondok sudah penuh dengan kendaraan, bermotor maupun roda em...

Pelajaran untuk Vino

Image
  Pelajaran untuk Vino Ilustrasi: hellosehat.com Pagi yang cerah, anak-anak kelas IV sangat ceria. Sebelum bel masuk tadi mereka bermain congklak, ayunan, kejar-kejaran, lompat tali, bola bekel, kelereng, gobak sodor. Setelah bel berbunyi, mereka berjajar rapi di depan pintu kelas. Ini juga dilakukan siswa kelas lain.  Ketua kelas IV, Azza, menyiapkan siswa sekelasnya. Baru kemudian mereka masuk kelas. Diikuti Bu guru. Mereka tidak langsung belajar, tetapi berdoa, lalu membaca buku yang tersedia di Pojok Baca kelas. Bu guru mengawasi para siswa agar tidak terlalu gaduh. Tak lupa Bu guru mengingatkan agar siswa mencatat informasi dari buku yang telah dibaca. Catatan informasi itu dikoreksi oleh Bu guru. ** "Anak-anak, tadi kalian sudah berdoa dan membaca buku. Dengan itu kalian akan semakin banyak pengetahuannya." "Ya, Bu guru." Kemudian Bu guru mengabsen para siswa satu persatu. Bu guru tersenyum, semua siswa masuk hari ini. Artinya semua dalam keadaan sehat. Bu gur...

Menanak Nasi

Image
Ilustrasi: fimela.com "Ibu, aku lapar," ucapku saat ibu baru saja sampai rumah. Ibu baru saja menjemput dik Raffa dari Gedangan. Sejak bayi, adik memang dititipkan di Gedangan.  "Ya makan aja, Fa" jawab ibu singkat. Kulihat ibu melepas jaket dan meletakkan tasnya di kamar. "Kan nggak ada nasi, Bu. Ibu kan belum masak nasi." Protesku. "Lhooo … kan kamu sudah ibu ajari masak nasi." Aku tersenyum. Segera aku menuju dapur. Membersihkan panci rice cooker. Lalu mengambil beras yang diletakkan di kursi. "Berasnya seberapa, Bu?" Kudengar ibu menjawab pertanyaanku tapi tidak begitu jelas. Aku mengira-ngira saja. Ada gelas penakar beras di bagor beras. Setengah gelas lebih sedikit kumasukkan ke dalam panci rice cooker. Kucuci beras dengan pelan. Kualirkan air keran pelan. Kubuang air cucian beras. Kucuci dan kubuang lagi air cucian beras itu. Terakhir aku menambahkan air. Aku ingat, ibu pernah mengajariku, "airnya dua ruas jari telunjuk, bia...