Beli Baju dari Uang Tabunganku

foto: dokpri

Aku senang sekali. Kamu pasti penasaran, kenapa hari ini aku sangat bahagia.


Baiklah. Aku cerita ya!


Sejak sekolah, aku selalu mendapatkan uang saku dari ibu. Tak hanya dulu saat belajarnya masih di sekolah secara normal. Saat pandemi, uang saku tetap aku dapatkan. Juga saat pelajaran tatap muka mulai dilaksanakan.


Pelajaran tatap muka dilakukan seminggu sekali, awalnya. Namun beberapa minggu ini, aku dan teman-teman bisa belajar di sekolah bersama Bu guru di kelas. Seminggu masuk dua kali.


Pelajarannya belum sehari penuh atau full day school. Paling-paling pelajaran dimulai pukul 07.30- 09.30.


Pelajarannya tidak banyak. Hanya pelajaran Tematik, Matematika, Pendidikan Al Islam, Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab. Terkadang kalau pelajarannya online, ada pelajaran Basa Jawa.


Eh .. tahu nggak, guru kelasku saat ini adalah ibuku sendiri. Kadang ibu marah kalau aku tak segera mengerjakan tugas. Apalagi kalau aku terlena dolan atau pegang HP.


"Ibu tu gurumu lho, Fa. Setiap hari ketemu sama Bu guru. Kalau kamu ngeyel sama ibu gurumu, bisa nggak naik kelas." Nasehat Mbah kakungku.


Ya memang aku kadang tak bisa membedakan antara aku harus menganggap ibu sebagai ibuku atau guruku. 

***

Sekarang aku istirahat. Tadi pelajaran Tematik. Materinya tentang hak dan kewajiban di pasar. Kisahnya tentang Danu dan teman-temannya yang pergi ke pasar. Pasarnya kotor, bau. Gara-gara banyak sampah.


Ibu… Bu guru maksudku, mencoba untuk menjelaskan apa maksud hak dan kewajiban di lingkungan sekolah. Ah...aku belum begitu paham. Tetapi aku yakin akan paham kalau aku belajar lagi di rumah bersama ibu yang juga guruku.


Saat istirahat tiba, ada pedagang baju ke kantor guru. Aku kepingin sekali dibelikan baju tidur. Baju tidurku yang lama sudah nggak muat lagi.


"Ibu belikan. Tapi pake uangmu ya!" Ujar ibuku.


Aku tak terima kalau uang tabunganku yang dibawakan ibu digunakan untuk membeli baju. 


"Ya kalau pake uang ibu semua, nanti kamu nggak dapat uang jajan lho ya!"


"Lha mbak Azza juga diambilkan dari tabungannya ya, Bu."


"Iya. Kalian cukup urun lima puluh ribu. Sisanya pake uang ibu."


***

"Bu, baju baruku itu baju tidur lho. Bagus. Aku suka."


"Iya. Tuh kan, kalau kamu menabung, kamu bisa beli baju kesukaanmu kan?"


Lalu ibu cerita kalau dulu ibu juga menabung kalau ingin membeli sesuatu. 

Comments

Popular posts from this blog

Santriwati Indent di SMP Ash Shiddiq

Membantu Pithil Kacang Tanah